SDN 012 Samarinda Akan Direvitalisasi Menjadi Sekolah Panggung untuk Meningkatkan Pendidikan

Pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah. Namun, di Kota Samarinda, terdapat tantangan signifikan yang harus dihadapi, terutama bagi SDN 012 Sungai Kunjang yang sering terendam banjir saat hujan deras. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Samarinda mengusulkan revitalisasi sekolah tersebut dengan konsep bangunan panggung. Desain ini tidak hanya menjawab masalah genangan air tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada para siswa.
Rencana Revitalisasi SDN 012 Sungai Kunjang
Pemerintah Kota Samarinda kini sedang mempersiapkan langkah revitalisasi yang menyeluruh untuk SDN 012 Sungai Kunjang. Sekolah ini telah lama menjadi langganan banjir, terutama ketika curah hujan meningkat di wilayah tersebut. Dengan kondisi geografis yang kurang mendukung, sekolah ini sering kali terendam hingga lebih dari setengah meter, yang mengakibatkan gangguan pada proses belajar mengajar dan mempercepat kerusakan fasilitas yang ada.
Dampak Banjir Terhadap Proses Belajar Mengajar
Akibat banjir, siswa tidak hanya kehilangan waktu belajar, tetapi juga terpaksa berhadapan dengan kondisi yang tidak ideal. Ruang kelas yang terendam air dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan sekolah dan merusak lingkungan belajar yang seharusnya kondusif. Oleh karena itu, revitalisasi menjadi langkah yang sangat penting untuk memastikan kelangsungan pendidikan di SDN 012.
Tim Pemeriksa Lokasi dan Evaluasi Rencana
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Ibnu Araby, bersama dengan Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP) dan berbagai dinas terkait, melakukan inspeksi langsung di lokasi pada tanggal 4 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kondisi terkini SDN 012 dan mendiskusikan langkah-langkah konkret yang akan diambil.
Pemantauan dan Penilaian Kondisi Sekolah
Ibnu Araby menyatakan, “Kami telah menerima laporan mengenai kondisi SDN 012 yang terletak di kawasan cekungan. Setiap kali hujan deras, sekolah ini selalu mengalami genangan.” Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya revitalisasi untuk mencegah dampak lebih lanjut dari bencana alam ini.
Konsep Bangunan Panggung: Solusi Inovatif untuk Banjir
Sebelum keputusan untuk mengubah desain bangunan, Disdikbud telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2025 dengan merencanakan peninggian lahan menggunakan urukan setinggi sekitar 1,5 meter. Namun, setelah evaluasi menyeluruh, alternatif yang lebih inovatif muncul, yaitu membangun sekolah dengan konsep panggung.
Keunggulan Desain Sekolah Panggung
Desain panggung memungkinkan aliran air tetap berjalan di bawah bangunan sehingga lingkungan sekolah tidak akan tergenang saat hujan. Ibnu menjelaskan, “Awalnya kami mempertimbangkan konsep urukan, namun ada usulan untuk membuat bangunan model panggung. Dengan demikian, air dapat mengalir dan tidak terperangkap di area sekolah.”
- Mengurangi risiko banjir
- Memastikan kelangsungan proses belajar mengajar
- Mempercepat pengeringan area sekolah
- Meningkatkan keamanan siswa
- Mendukung lingkungan belajar yang lebih baik
Penerapan Konsep Sekolah Panggung di Samarinda
Konsep sekolah panggung bukanlah hal baru di Samarinda. Beberapa sekolah di daerah rawan banjir telah menerapkan desain ini dan menunjukkan efektivitas dalam menghadapi tantangan geografis yang ada. Dengan pengalaman yang ada, diharapkan SDN 012 dapat memanfaatkan model yang sama untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam.
Jadwal dan Anggaran Revitalisasi
Revitalisasi SDN 012 direncanakan akan mulai dilakukan pada tahun 2027, dengan penyesuaian terhadap kemampuan anggaran daerah yang ada. Mengingat bahwa revitalisasi ini bersifat total, semua bangunan lama akan dibongkar dan diganti dengan struktur baru yang memiliki elevasi lebih tinggi.
Penganggaran dan Sumber Dana
Walaupun anggaran untuk proyek ini masih dalam tahap perhitungan, Disdikbud memastikan bahwa SDN 012 menjadi salah satu prioritas dalam penanganan infrastruktur pendidikan. Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kota Samarinda juga akan mencari bantuan dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi sekolah.
Identifikasi Sekolah-sekolah Lain yang Memerlukan Perhatian
Saat ini, Disdikbud juga sedang melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah lain yang mengalami kerusakan atau berada di daerah rawan banjir. Pendataan ini penting untuk menentukan skala prioritas penanganan infrastruktur pendidikan di daerah tersebut.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan
Ibnu Araby berharap bahwa proses perencanaan tidak akan memakan waktu terlalu lama. “Kami sangat berharap agar sekolah-sekolah yang membutuhkan dapat segera diperbaiki, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan nyaman.” Dengan langkah revitalisasi ini, diharapkan pendidikan di Samarinda dapat lebih baik, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang.