Profil dan Riwayat Karier 3 Perwira TNI AD yang Naik Pangkat pada Maret 2026, Termasuk 1 Putra Aceh

Dalam dunia militer, kenaikan pangkat dan promosi jabatan merupakan prestasi yang patut diacungi jempol. Kali ini, tiga perwira TNI Angkatan Darat (AD) berpangkat Kolonel telah resmi naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI pada Maret 2026. Selain itu, mereka juga mendapatkan promosi jabatan yang membuka peluang mereka berkontribusi lebih dalam lingkungan TNI. Siapa saja mereka dan bagaimana riwayat karier mereka? Berikut ulasannya.
Mutasi dan Promosi: Bagian dari Pembinaan Karier
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, telah meresmikan tiga perwira TNI AD yang naik pangkat setelah mendapatkan promosi jabatan. Proses ini merupakan bagian dari kebijakan mutasi, rotasi, dan promosi yang rutin dilakukan di tubuh TNI. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, mutasi dan rotasi adalah hal biasa sebagai bagian dari pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan ini diambil untuk menjamin organisasi TNI tetap responsif terhadap dinamika tugas yang ada. Setiap keputusan yang diambil selalu berlandaskan pertimbangan yang matang untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.
3 Perwira TNI AD yang Naik Pangkat dan Mendapatkan Promosi Jabatan
- Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto: Sebelumnya menjabat sebagai Kapok Sahli Pangdam IX/Udy, kini mengisi posisi Dir C Bais TNI, menggantikan Brigjen TNI Mirza Patria Jaya.
- Kolonel Inf Yuniar Dwi Hantono: Sebelumnya berposisi sebagai Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad, kini menempati jabatan Danrem 072/PMK Kodam IV/Dip, menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
- Kolonel Inf Ali Imran (Putra Aceh): Sebelumnya menjabat sebagai Danrem 011/Lilawangsa Kodam IM, kini menduduki jabatan Danrindam IM, menggantikan Brigjen TNI Hasandi Lubis.
Profil dan Riwayat Karier Kolonel Inf Ali Imran
Dikutip dari laman resmi Korem Lila Wangsa, Ali Imran lahir di Banda Aceh, 9 Juni 1978, Provinsi Aceh. Ia merupakan putra dari pasangan M. Yusuf Syah dan Rohani. Ali Imran menikah dengan Dini Hidayati dan telah dikaruniai tiga orang anak, yaitu Aldi Pratama Yudha (2007), Arafat Abqary Ahmadinejad (2011), dan Azka Aulia Gossan (2014). Ali Imran tidak hanya fasih berbahasa daerah, tetapi juga bahasa Inggris.
Pendidikan dan Karier Militer
Jenjang pendidikan umum Ali Imran ditempuh di Aceh, dimulai dari SDN 28 Banda Aceh (1991), SMP N-4 (1994), SMA N-3 Banda Aceh (1997), hingga meraih gelar Sarjana (S-1) di Unkris Jakarta (2014). Sedangkan di militer, Ali Imran adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 2000 dan berbagai pelatihan militer lainnya.
Ali Imran adalah perwira TNI AD yang mahir dalam kecabangan Infanteri Kopassus. Karier militernya mayoritas dihabiskan di lingkungan Korps Baret Merah, Bais TNI, Paspampres, hingga Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad). Ia memulai karier militernya dengan menjabat sebagai Pama Pussenif 2000 dan Pama Kopassus 2001. Selanjutnya, ia menempati berbagai posisi strategis, baik sebagai Danton, Pasi, hingga Danki.
Jabatan-Jabatan Penting yang Pernah Diemban
Sebagai Kapten, Ali Imran pernah menjabat Dantim-4/1/31/G-3/Kopassus 2008 dan Ps. Danden-1/31/G-3/Kopassus 2009. Ia juga merupakan Mayor yang pernah menjabat Dansus Ops Psy Sesandha Kopassus 2013 dan Pabandya Lidgal Sintel Kopassus 2014. Sebagai Letnan Kolonel, Ali Imran pernah menduduki jabatan Danden Lid Geopasika Bais TNI 2017 dan Kasipers Minlog Satlid Satintel Bais TNI 2018. Sedangkan sebagai Kolonel, Ali Imran pernah menjabat Dansatlak Lidgal Pusintelad 2023 dan Ka PII Pusintelad 2023, hingga akhirnya menjadi Danrem 011/Lilawangsa 2024 sampai sekarang.
Pengalaman Operasional dan Tanda Jasa
Ali Imran pernah terlibat dalam berbagai operasi, seperti Denpur Cakra Aceh 2003, Satgas BIN Aceh 2008, Densandha Papua 2011, hingga Satgas Palapa Aceh 2018. Dari pengabdiannya tersebut, Ali Imran mendapatkan berbagai tanda jasa, antara lain SL Dharma Nusa, SL Kestiaan VIII Thn, SL Dwidya Sistha, SL Ksatria Yudha, SL Wira Karya, SL Kesetiaan XVI Thn, SL Wira Dharma, hingga SL Santi Dharma XVIII.


