KontraS Sumut Sebut Serangan terhadap Andrie Yunus sebagai Ancaman Serius untuk HAM dan Demokrasi

Adinda Zahra Novianti, Pimpinan Operasional KontraS Sumut, telah memberikan pernyataan kuat tentang serangan terhadap Andrie Yunus, seorang aktivis yang dikenal luas karena konsistensinya dalam membela berbagai isu krusial seperti reformasi sektor pertahanan dan keamanan, kebebasan sipil serta penentangan terhadap aksi semena-mena oleh pemerintah.
Andrie Yunus: Aktivis yang Diserang
Menurut Adinda, serangan yang dilakukan terhadap Andrie Yunus bukanlah hanya sebuah serangan personal, melainkan juga sebuah serangan terhadap suara-suara kritis yang berjuang demi demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Sebagai bagian dari jaringan KontraS, Andrie Yunus telah dikenal karena dedikasinya dalam mengadvokasi berbagai kasus pelanggaran HAM. KontraS Sumut telah menerima informasi tentang penangkapan empat anggota TNI yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.
Penegakan Hukum yang Adil dan Transparan
Akan tetapi, KontraS menyerukan penegakan hukum yang transparan, adil dan tidak memihak, tidak peduli siapa pelakunya atau dari institusi mana mereka berasal. “Pelaku, baik itu pelaku di lapangan maupun pihak lain yang terlibat, harus diungkap secara transparan dan diproses secara adil,” tegas Adinda.
Adinda juga mempertanyakan kemungkinan penanganan kasus ini melalui jalur peradilan militer apabila pelaku berasal dari anggota TNI. Menurutnya, mekanisme tersebut berpotensi kurang dalam memberikan rasa keadilan.
Peradilan Umum vs Militer
“Kasus ini seharusnya diproses melalui peradilan umum karena merupakan tindak pidana murni. Pengalaman menunjukkan bahwa peradilan militer seringkali memberikan hukuman yang lebih ringan,” ungkap Adinda.
Menelusuri Aktor Intelektual
Selain menyerukan penegakan hukum yang adil dan transparan, KontraS Sumut juga mendorong pihak penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut. “Masyarakat berhak mengetahui motif sebenarnya dari serangan ini, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Kami percaya kasus ini tidak hanya bermotif pribadi,” pungkas Adinda.
KontraS berharap kasus ini dapat diusut tuntas secara transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan menjamin perlindungan bagi para aktivis HAM di Indonesia.





